Konvergensi teknologi menjadi ciri alamiah kemajuan teknologi komunikasi informasi dan akan selalu melekat bersamaan dengan perkembangannya yang pesat serta secara ekonomi mencapai skala yang mudah dan murah dijangkau oleh siapa saja.
Ketika teknologi komunikasi informasi penuh nuansa multimedia memenuhi kebutuhan konsumen menghibur diri, berbagai perangkat dipenuhi dengan kemampuan audio dan video memungkinkan kita mendengarkan dan menonton di mana saja.
Di sisi lain, terjadi metamorfosis perangkat ponsel yang tidak hanya dijadikan alat berkomunikasi, tetapi berkembang menjadi perangkat yang serba bisa, serba pintar, dan mampu melakukan berbagai proses pekerjaan serta hiburan secara cepat dan tepat. Ponsel pun berkembang menjadi sebuah komputer yang bisa digunakan di telinga, mengerjakan berbagai aplikasi sesuai kebutuhan penggunanya.
Upaya mencangkokkan berbagai teknologi menjadi satu kesatuan dilakukan tanpa henti. Pada awalnya, personal digital assistant (PDA) yang ditambahkan fungsi ponsel dijadikan sebagai perangkat cerdas untuk melakukan berbagai hal.
Di antaranya adalah menambahkan fungsi untuk mengetahui posisi lokasi dengan memanfaatkan teknologi satelit dengan fitur global positioning system (GPS). Penggunaan GPS pun menjadi populer karena sistem informasi tidak melulu terkait dengan berita dan akses data dalam berbagai bentuk mulai dari teks dan multimedia, tetapi juga adanya kebutuhan akan informasi tentang posisi kita.
Ini, antara lain, yang mendorong pemanfaatan teknologi GPS, yang sebelumnya hanya digunakan untuk lingkungan militer, menjadi produk massal bagi konsumen awam.
Informasi geografis
Ada beberapa perangkat yang sekarang memiliki teknologi GPS, seperti Dopod D810 (foto paling kanan) dan perangkat sejenis lainnya. Khusus untuk Indonesia, Dopod D810 dilengkapi dengan peta digital Nusamap yang secara akurat bisa memberikan berbagai informasi geografis serta informasi lain yang berkaitan dengan kecepatan kendaraan; juga bisa menjadi alat untuk mengukur, misalnya, konsumsi bensin.
Penggunaan Nusamap dalam Dopod D810 juga mampu memberikan arah jalan saat kita memasuki kota-kota utama di Jawa dan Bali. Dibandingkan beberapa gadget lain dengan fitur GPS, D810 terbilang menyenangkan untuk digunakan. Interaksi dengan Nusmap pun berjalan tanpa kendala yang berarti.
Memang, ketika fungsi GPS dan GSM digunakan secara bersamaan dan secara intensif, persoalan yang muncul jelas pada daya tahan baterai yang selama ini memang menjadi kendala utama berbagai perangkat teknologi. (rlp)
Nokia 6110
Integrasi peta digital ke dalam ponsel memegang peranan penting dalam memanfaatkan fungsi GPS. Nokia, produsen ponsel terbesar dunia, juga melihat fitur GPS sebagai hal yang bisa menarik minat konsumen untuk menggunakannya.
Nokia sendiri sudah mulai memperkenalkan fitur GPS pada ponsel seri N95 atau Communicator terbaru E90. Namun, ada kendala yang menyebabkan fungsi GPS ini menjadi tidak nyaman digunakan, antara lain akses koneksi informasi posisi ke satelit yang memakan waktu terlalu lama dan membosankan.
Untuk mengatasi hal ini, Nokia memperkenalkan 6110 Navigator dengan chip GPS yang lebih baik dan dilengkapi tiga aplikasi peta digital, seperti Route 66, NavFone, dan SoloMap.
Perangkat GPS yang semakin baik terintegrasi ke dalam ponsel Nokia 6110 serta aplikasi peta digital menjadikan produk terbaru Nokia ini sebagai gadget yang menyenangkan. Aplikasi peta digital yang menarik adalah NavFone yang termasuk lengkap untuk kota-kota seperti Jakarta, Bali, Bandung, dan Surabaya.
Aplikasi SoloMap sendiri dalam percobaan Kompas masih menghadapi beberapa persoalan yang menyebabkan ponsel Nokia harus reboot walaupun aplikasi ini memiliki data peta digital berbagai wilayah di Jawa dan Bali yang terbilang lengkap.
Yang menjadi menarik adalah kalau Nusamap buatan Bandung bisa diintegrasikan ke dalam ponsel Nokia, pasti akan menjadi daya tarik tersendiri. Konvergensi GPS sendiri sebenarnya juga harus memberikan peluang kepada anak bangsa untuk bisa menghasilkan produk-produk canggih yang tidak kalah hebat dengan buatan luar negeri.
Nusamap, meski masih menghadapi beberapa kendala, sudah menjadi aplikasi GPS yang canggih dan setara dengan Tomtom, NavFone, Mapking, dan lainnya buatan luar negeri. Persoalannya, dengan menggunakan GPS, kita tidak perlu lagi meminta jasa tukang ojek untuk menjadi penunjuk arah. (KOMPAS)
Rabu, 11 Maret 2009
Buat blog keren dengan word
Microsoft Word bisa dipakai sebagai aplikasi untuk menulis di salah satu layanan blog gratis Blogger. Hanya saja, sebuah peranti lunak tambahan dibutuhkan. Peranti itu bernama Blogger for Word.
Salah satu penyedia layanan untuk membuat blog secara gratis adalah Blogger. Situs web yang telah diambil alih oleh Google ini dapat diakses di alamat www.blogger.com. Di situ, Anda tinggal mendaftar. Seselainya pendaftaran, Anda bisa langsung membuat blog, bikin tulisan, dan “menerbitkannya”.
Untuk pendaftaran, Anda memang harus online. Tapi, untuk menulis, Anda tidak perlu online supaya bisa menghemat biaya berinternet. Cara yang paling sederhana adalah dengan menulis blog dulu di penyunting teks, seperti Notepad atau Microsoft Word, secara offline. Kalau sudah, baru online, buka situs web layanan blog, login, lalu copy-paste hasil tulisan yang ada di penyunting teks.
Kita sebut cara yang barusan disebut adalah cara manual. Cara yang akan dijelaskan berikutnya kita sebut dengan cara otomatis. Tulisan tetap dibuat secara offline. Online-nya baru nanti kemudian setelah tulisan selesai dibuat.
Cara otomatis ini menggunakan Microsoft Word. Tapi, bukan sembarang Microsoft Word, melainkan Microsoft Word yang sudah dilengkapi dengan suatu add-on bernama Blogger For Word. Aplikasi tambahan gratisan itu bisa didapat dari http://buzz.blogger.com/bloggerforword.html. Ukuran paket instalasinya kecil, cuma 2MB.
Cara pemakaiannya bisa diringkas seperti ini. Setelah Blogger For Word diinstal, toolbar Blogger akan muncul pada Microsot Word. Kemudian, tuliskan isi blog seperti biasa, tapi jangan online dulu, offline saja. Kalau tulisan sudah selesai, nyalakan koneksi intenet, lalu publis deh. Nah, cara detailnya seperti berikut ini. Oh ya, PCplus pakai Word 2007 untuk artikel ini. Di versi lama mungkin berbeda, tapi sedikit saja.
1. Klik [Add-Ins] pada menu di sebelah atas. Opsi [Add-Ins] sebaris dengan [Home], [Insert], [Page Layout], dan lain-lain.
2. Klik [Blogger Settings], kemudian pada kotak yang muncul, masukkan username dan password untuk masuk ke Blogger. Klik [OK].
3. Ketikkan isi blog di dalam Word. Kalau sudah selesai, online-lah. Kemudian, klik [Publish].
4. Masukkan judul blog dan pilih blog yang akan berisi tulisan itu. Klik [Send].
5. Selesai.
Salah satu penyedia layanan untuk membuat blog secara gratis adalah Blogger. Situs web yang telah diambil alih oleh Google ini dapat diakses di alamat www.blogger.com. Di situ, Anda tinggal mendaftar. Seselainya pendaftaran, Anda bisa langsung membuat blog, bikin tulisan, dan “menerbitkannya”.
Untuk pendaftaran, Anda memang harus online. Tapi, untuk menulis, Anda tidak perlu online supaya bisa menghemat biaya berinternet. Cara yang paling sederhana adalah dengan menulis blog dulu di penyunting teks, seperti Notepad atau Microsoft Word, secara offline. Kalau sudah, baru online, buka situs web layanan blog, login, lalu copy-paste hasil tulisan yang ada di penyunting teks.
Kita sebut cara yang barusan disebut adalah cara manual. Cara yang akan dijelaskan berikutnya kita sebut dengan cara otomatis. Tulisan tetap dibuat secara offline. Online-nya baru nanti kemudian setelah tulisan selesai dibuat.
Cara otomatis ini menggunakan Microsoft Word. Tapi, bukan sembarang Microsoft Word, melainkan Microsoft Word yang sudah dilengkapi dengan suatu add-on bernama Blogger For Word. Aplikasi tambahan gratisan itu bisa didapat dari http://buzz.blogger.com/bloggerforword.html. Ukuran paket instalasinya kecil, cuma 2MB.
Cara pemakaiannya bisa diringkas seperti ini. Setelah Blogger For Word diinstal, toolbar Blogger akan muncul pada Microsot Word. Kemudian, tuliskan isi blog seperti biasa, tapi jangan online dulu, offline saja. Kalau tulisan sudah selesai, nyalakan koneksi intenet, lalu publis deh. Nah, cara detailnya seperti berikut ini. Oh ya, PCplus pakai Word 2007 untuk artikel ini. Di versi lama mungkin berbeda, tapi sedikit saja.
1. Klik [Add-Ins] pada menu di sebelah atas. Opsi [Add-Ins] sebaris dengan [Home], [Insert], [Page Layout], dan lain-lain.
2. Klik [Blogger Settings], kemudian pada kotak yang muncul, masukkan username dan password untuk masuk ke Blogger. Klik [OK].
3. Ketikkan isi blog di dalam Word. Kalau sudah selesai, online-lah. Kemudian, klik [Publish].
4. Masukkan judul blog dan pilih blog yang akan berisi tulisan itu. Klik [Send].
5. Selesai.
Tua - tua keladi
“Suami saya berumur 62 tahun, masih sehat, dan jarang sakit. Dia seorang pekerja keras. Saya berusia 54 tahun dan saya juga dalam keadaan sehat. Hubungan intim kami lakukan setiap 1 minggu sampai 10 hari sekali dan cukup memuaskan.
Masalahnya, belum lama ini saya sempat membaca SMS di HP suami, jelas dari perempuan karena isinya mengenai hubungan seks yang mereka lakukan. Saya sangat kecewa dan marah karena baru tahu kalau suami saya begitu. Lebih marah lagi karena di SMS itu si perempuan itu menuliskan waktu berhubungan yang mereka lakukan. Tanggalnya sama dengan waktu saya dan suami melakukan hubungan intim.
Jadi pagi hari dia lakukan dengan perempuan itu, dan malam harinya dengan saya. Selain marah, saya juga takut karena saya tidak tahu siapa perempuan itu dan bagaimana latar belakangnya. Saya takut kalau perempuan itu membawa penyakit.
Mohon dijelaskan, apakah normal seorang pria seusia suami melakukan hubungan intim sampai dua kali dalam sehari, apalagi dengan wanita lain? Apakah suami saya sudah lama melakukan perbuatan itu? Apakah dia mengalami kelainan seks?
Andaikata perempuan itu mengidap penyakit kelamin, apakah suami pasti tertular, dan apakah saya juga tertular?” M.S., Jakarta
Karena Sehat
Fungsi seksual sangat ditentukan oleh keadaan kesehatan tubuh, di samping faktor psikis yang berkaitan dengan seksualitas. Pada pria, yang dimaksud fungsi seksual ialah dorongan seksual, ereksi penis, dan orgasme serta kontrol ejakulasi. Pada wanita, fungsi seksual meliputi dorongan seksual, ereksi klitoris, perlendiran vagina, dan orgasme.
Kalau keadaan kesehatan tubuh baik, yang meliputi fungsi hormon seks, jantung, pembuluh darah, dan saraf, fungsi seksual juga baik. Apalagi kalau didukung oleh gaya hidup sehat, seperti berolahraga teratur, istirahat cukup, dan tidak merokok. Sebaliknya, kalau kesehatan tidak baik, apalagi mengalami penyakit tertentu, fungsi seksual ikut terganggu.
Karena keadaan kesehatan suami Anda baik, wajar kalau fungsi seksualnya baik. Apalagi kalau suami memang sangat menjaga kesehatannya dan mungkin mendapat pengobatan untuk mendukung kesehatannya. Dengan demikian usia bukan menjadi masalah.
Memang pada masa kini, dengan perkembangan ilmu dan teknologi kedokteran, keadaan kesehatan seseorang tidak dapat lagi diukur hanya dengan usia. Artinya, usia yang lebih tua tidak harus menunjukkan fungsi tubuh yang lebih buruk dibandingkan dengan yang usianya lebih muda. Tentu saja kalau keadaan kesehatan dijaga dan dipertahankan dengan benar.
Dengan demikian, tidak terlalu aneh kalau suami Anda mampu melakukan hubungan seksual dua kali pada usianya kini. Apalagi dengan orang yang berbeda, yang secara psikis dan fisik memberikan rangsangan yang berbeda pula. Jadi tidak dapat disimpulkan suami Anda mengalami kelainan seksual hanya karena melakukan hubungan seksual dua kali dalam sehari.
Komunikasi Terbuka
Namun, dengan penjelasan ini saya tidak hendak mengatakan bahwa boleh saja suami melakukan hubungan seksual dengan orang lain. Saya dapat memahami kekecewaan, kemarahan, dan ketakutan Anda ketika mengetahui kejadian itu. Tentu saja kekecewaan dan kemarahan timbul karena Anda membaca sendiri SMS yang menceritakan tentang hubungan seksual mereka.
Saya juga memahami ketakutan Anda tertular penyakit dari suami yang telah melakukan hubungan seksual dengan orang lain. Ketakutan Anda memang cukup beralasan karena Anda tidak tahu latar belakang dan bagaimana perilaku seksual perempuan itu.
Andaikata perempuan itu mengidap penyakit kelamin, mungkin saja suami tertular. Mungkin tidaknya terjadi penularan antara lain tergantung pada daya tahan tubuh dan jumlah kuman yang masuk.
Hubungan seksual dengan orang yang tidak diketahui perilaku seksualnya tergolong berisiko tinggi tertular penyakit. Mudah-mudahan saja perempuan itu dalam keadaan sehat dan suami menggunakan pencegahan.
Langkah selanjutnya yang dapat Anda lakukan ialah berkomunikasi secara terbuka dengan suami. Dengan komunikasi yang baik, banyak hal dapat disepakati. Kalau ada masalah yang menjadi penyebab suami melakukan itu, segeralah diatasi dengan baik. @
Masalahnya, belum lama ini saya sempat membaca SMS di HP suami, jelas dari perempuan karena isinya mengenai hubungan seks yang mereka lakukan. Saya sangat kecewa dan marah karena baru tahu kalau suami saya begitu. Lebih marah lagi karena di SMS itu si perempuan itu menuliskan waktu berhubungan yang mereka lakukan. Tanggalnya sama dengan waktu saya dan suami melakukan hubungan intim.
Jadi pagi hari dia lakukan dengan perempuan itu, dan malam harinya dengan saya. Selain marah, saya juga takut karena saya tidak tahu siapa perempuan itu dan bagaimana latar belakangnya. Saya takut kalau perempuan itu membawa penyakit.
Mohon dijelaskan, apakah normal seorang pria seusia suami melakukan hubungan intim sampai dua kali dalam sehari, apalagi dengan wanita lain? Apakah suami saya sudah lama melakukan perbuatan itu? Apakah dia mengalami kelainan seks?
Andaikata perempuan itu mengidap penyakit kelamin, apakah suami pasti tertular, dan apakah saya juga tertular?” M.S., Jakarta
Karena Sehat
Fungsi seksual sangat ditentukan oleh keadaan kesehatan tubuh, di samping faktor psikis yang berkaitan dengan seksualitas. Pada pria, yang dimaksud fungsi seksual ialah dorongan seksual, ereksi penis, dan orgasme serta kontrol ejakulasi. Pada wanita, fungsi seksual meliputi dorongan seksual, ereksi klitoris, perlendiran vagina, dan orgasme.
Kalau keadaan kesehatan tubuh baik, yang meliputi fungsi hormon seks, jantung, pembuluh darah, dan saraf, fungsi seksual juga baik. Apalagi kalau didukung oleh gaya hidup sehat, seperti berolahraga teratur, istirahat cukup, dan tidak merokok. Sebaliknya, kalau kesehatan tidak baik, apalagi mengalami penyakit tertentu, fungsi seksual ikut terganggu.
Karena keadaan kesehatan suami Anda baik, wajar kalau fungsi seksualnya baik. Apalagi kalau suami memang sangat menjaga kesehatannya dan mungkin mendapat pengobatan untuk mendukung kesehatannya. Dengan demikian usia bukan menjadi masalah.
Memang pada masa kini, dengan perkembangan ilmu dan teknologi kedokteran, keadaan kesehatan seseorang tidak dapat lagi diukur hanya dengan usia. Artinya, usia yang lebih tua tidak harus menunjukkan fungsi tubuh yang lebih buruk dibandingkan dengan yang usianya lebih muda. Tentu saja kalau keadaan kesehatan dijaga dan dipertahankan dengan benar.
Dengan demikian, tidak terlalu aneh kalau suami Anda mampu melakukan hubungan seksual dua kali pada usianya kini. Apalagi dengan orang yang berbeda, yang secara psikis dan fisik memberikan rangsangan yang berbeda pula. Jadi tidak dapat disimpulkan suami Anda mengalami kelainan seksual hanya karena melakukan hubungan seksual dua kali dalam sehari.
Komunikasi Terbuka
Namun, dengan penjelasan ini saya tidak hendak mengatakan bahwa boleh saja suami melakukan hubungan seksual dengan orang lain. Saya dapat memahami kekecewaan, kemarahan, dan ketakutan Anda ketika mengetahui kejadian itu. Tentu saja kekecewaan dan kemarahan timbul karena Anda membaca sendiri SMS yang menceritakan tentang hubungan seksual mereka.
Saya juga memahami ketakutan Anda tertular penyakit dari suami yang telah melakukan hubungan seksual dengan orang lain. Ketakutan Anda memang cukup beralasan karena Anda tidak tahu latar belakang dan bagaimana perilaku seksual perempuan itu.
Andaikata perempuan itu mengidap penyakit kelamin, mungkin saja suami tertular. Mungkin tidaknya terjadi penularan antara lain tergantung pada daya tahan tubuh dan jumlah kuman yang masuk.
Hubungan seksual dengan orang yang tidak diketahui perilaku seksualnya tergolong berisiko tinggi tertular penyakit. Mudah-mudahan saja perempuan itu dalam keadaan sehat dan suami menggunakan pencegahan.
Langkah selanjutnya yang dapat Anda lakukan ialah berkomunikasi secara terbuka dengan suami. Dengan komunikasi yang baik, banyak hal dapat disepakati. Kalau ada masalah yang menjadi penyebab suami melakukan itu, segeralah diatasi dengan baik. @
Langganan:
Postingan (Atom)
